Program Pendidikan

1.

Diklat SRP

 

Pelaksanaan diklat siaran radio pendidikan (SRP) berbeda dengan diklat bagi guru SD/MI yang dilakukan secara tatap muka. Model penataran dengan siaran radio pendidikan (SRP) sangat cocok bagi guru SD yang bertugas di daerah terpencil dan sulit transportasi, karena mereka tidak perlu meninggalkan tempat tugasnya dalam melakukan diklat ini.
Bahan belajar dikemas dalam bentuk siaran radio yang disiarkan tiap hari melalui Radio Republik Indonesia (RRI) Regional I Banda Aceh dan radio siaran swasta didaerah tingkat II pada jam 10.00 - 10.20 wib.Disamping itu peserta dibekali dengan MODUL sebagai bahan penyerta siaran.
Program ini dilaksanakan dalam satu putaran sebanyak enam paket, tiap paket pembelajaran dilaksanakan selama enam bulan. Penilaian hasil belajar dilakukan setiap selesai belajar satu paket dan bagi yang lulus mendapat STTPL.
 

2.

Siaran radio pendidikan untuk murid (SRPM)

 

Kegiatan ini dikenal sebagai SRPM-SD. Materinya disajikan dalam bentuk kaset audio dengan materi yang sulit dipahami oleh murid sekolah dasar.
Program yang telah dikembangkan yaitu mata pelajaran matematika, IPA, IPS, PPKN dan Bahasa Indonesia.
Dalam mengikuti program ini murid sekolah dasar juga dilengkapo dengan MODUL sebagai bahan penyerta.
Sampai dengan saat ini sedang dirintis penerapannya di 5 SD dalam Kabupaten Aceh Besar.
 

3.

Pengembangan sistem pendidikan terbuka tingkat SLTP/MTs/SMU/MA

 

Sistem ini dikenal dengan SLTP Terbuka, yangsecara nasional telah dirintis sejak tahun 1978.
Setelah dicanangkanwajib belajar sembilan tahun pada tahun 1994, SLTP Terbuka dikembangkan ke seluruh nusantara dalam rangka penuntasan WAJAR Dikdas 9 Tahun. Pada tahun 2000, jumlah SLTP Terbuka di Nanggroe Aceh Darussalam sudah mencapai 78 sekolah yang menampung sebanyak 7.909 orang.
Proses belajar mengajar lebih banyak di Tempat Kelompok Belajar (TKB) dengan bimbingan guru pamong. Siswa dilatih mandiri dengan memperlajari model yang telah dirancang sedemikian rupa, sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi yang disajikan.
Pada waktu tertentu dilaksanakan tatap muka dengan guru bina di SLTP Induk. Apabila terdapat materi yang sulit dipahami, dapat ditanyakan pada saat tatap muka dengan guru bina.
 

4.

Pemutaran film, slide dan Video Pendidikan.

 

Program ini dilaksanakan disekolah-sekolah, seperti di SLTP/MTs, SMU?MA, SMK, Dayah dan Panti Asuhan.
Program yang telah dikembangkan yaitu materi mata pelajaran seperti matematika, IPA, IPS, Teknik Elektro, Teknik Bangunan dan Ungkapan Budaya.
 

5.

Produksi Bahan Belajar Dalam Bentuk Audio Visual serta Dokumentasi dan Publikasi Kegaiatan Pendidikan dan Kebudayaan Balai Tekkomdik NAD setiap tahunnya selalu melakukan produksi audio visual pendidikan, yang hingga saat ini telah di produksikan sebanyal 6 judul produksi video dan 10 judul produksi audio. Proses produksi ini telah didukung dengan studio mini audio visual pada Balai Tekkomdik NAD dan dalam beberapa hal masih melakuakn kerjasama dengan instansi lainnya seperti RRI, TVRI dan Media Cetak.
Disamping itu juga senantiasa melakukan liputan dan dokumentasi acara kependidikan di daerah yang kemudian bekerjasama dengan media massa untuk publikasinya.
 

6.

Pengembangan Program Media Pendidikan.

 

Program media yang telah dan sedang dikembangkan oleh Balai Tekkomdik NAD, yaitu :

 

  • Pemasyarakatan buku dan minat baca

  • Film ungkapan budaya

  • Sinetron guru

  • Multimedia Interaktif

  • Film sejarah perkembangan pendidikan

  • Sinetron untuk Pendidikan Luar Sekola